
Setelah dimulai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sejak awal tahun ajaran baru dan berjalan efektif mulai 16 Juli 2020 lalu, di bulan kedua ini Kepala SMA Negeri 12 Berau bersama wakil kurikulum dan guru mata pelajaran mengadakan rapat evaluasi. Rapat evaluasi ini bertujuan untuk mematangkan PJJ yang berjalan sudah kurang lebih 1 bulan. Selain itu, rapat evaluasi ini didasarkan catatan guru mengajar serta mendengarkan masukan dan saran dari guru mata pelajaran dan wali kelas, Selasa (18/8).
Wakil Kurikulum SMA Negeri 12 Berau, Ida Yulianti, S.Pd.I yang juga sebagai moderator rapat menyampaikan bahwa evaluasi Proses Belajar Mengajar (PBM) PJJ ini bertujuan untuk meningkatkan dan memaksimalkan aktivitas belajar siswa selama di rumah.
“Karena bentuk pembelajaran ini tergolong baru oleh kita semua, maka kita akan terus evaluasi dan lakukan perbaikan PBMnya. Tentu masukan dari berbagai pihak kita terima. Rapat evaluasi hari ini akan menjadi rujukan untuk PBM PJJ minggu selanjutnya dan akan terus kita evaluasi minggu depan agar tercipta PBM yang lebih baik,” Jelas Ida Yulianti, S.Pd.I.
Kepala SMA Negeri 12 Berau, Sadriansyah, S.Pd. yang memimpin rapat evaluasi PBM PJJ tersebut kembali menegaskan agar aktivitas belajar anak di rumah ini harus memperhatikan situasi dan kondisi siswa. Selanjutnya juga disampaikan bahwa PJJ berbentuk guru memberikan materi ajar melalui Telegram, Google Classroom, Schoology, Microsoft Teams jangan memberatkan siswa dengan tugas.
“Yang kita berikan pembelajaran baik di Telegram, Google Classroom, Schoology, Microsoft Teams adalah materi ajar. Tujuannya siswa mendapatkan ilmu dari guru sesuai bidang ilmu. Buatlah di materi ajar tersebut skenario pembelajaran yang seolah guru menyampaikan pembelajaran di kelas. Hindari pemberian tugas yang berlebihan,” ungkap Sadriansyah.
Kemudian, Sadriansyah juga menyampaikan pentingnya dalam mengkreasikan kreativitas materi pembelajaran PJJ ini dengan mempertimbangkan situasi dan keadaan siswa. Siswa yang dengan latar belakang keadaan yang berbeda tidak boleh dirugikan dengan metode pembelajaran yang digunakan guru.
“Kreativitas dan inovasi Bapak Ibu dalam melaksanakan metode pembelajaran daring harus memikirkan situasi dan kondisi siswa yang beragam. Jangan sampai metode yang kita pakai, ada siswa yang dirugikan,” pesannya.
Beberapa hal yang menjadi evaluasi PBM PJJ tersebut diantaranya komunikasi sekolah yang efektif antara siswa, orang tua,dan guru. Seperti perkembangan kondisi pembelajaran di masa pandemi Covid-19 sehingga orang tua mengetahui perkembangan anaknya selama masa PBB PJJ.


